www.gurukayailmu.blogspot.com

Baca dulu bentar ....

CONTENT DETAIL (KOMPLEKS) MAKA REDAKSI DIBUAT DALAM BEBERAPA FORMAT SEPERTI WORD,PDF,XLS, PPT.., JADI MESKI MENGGUNGGAH TERLEBIH DAHULU.
PADA SAAT MEMBACA CONTENT TERDAPAT PENGULANGAN REDAKSI ....MAAF KALAU MEMBINGUNGKAN...MAKSUDNYA AGAR LEBIH FOKUS ;).
BEBERAPA CONTENT DIAMBIL DARI SUMBER LAIN, JIKA ADA YANG MERASA KEBERATAN ADMIN AKAN MENGHAPUSNYA. TRIMS.

Jumat, 14 Oktober 2011

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Contoh logo TKJ





Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Desain kemeja praktik

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Kamis, 06 Oktober 2011

INFO KAOS

Bagi para pelanggan setia E-chaos beberapa bulan ini, produk kami mengalami beberapa perubahan estimasi harga.Berikut info harga terbaru dari E-chaos  
1. Kaos + Celana Olahraga dengan bahan TC 28   Rp 57.000/pasang.
    Bahan PE   lebih murah.
2. Kaos Olahraga saja dengan bahan katun             Rp 37.000.
    Bahan TC Lebih Murah.
    Training                                                              Rp. 45.000.
3. Kaos Basket 
    KW 3 (Standar)                                                 Rp. 70.000
    KW 2                                                                Rp. 86.000
 4.  Training Olahraga  model jaket tebal dengan bahan 
       adidas, Lotto, Diadora                                     Rp. 80.000       
 5.  Training Olahraga  parasi   dengan bahan 
       adidas, Lotto, Diadora                                     Rp. 50.000

Harga di atas sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Hormat Kami
E-Chaos

Bagi para pelanggan setia E-chaos beberapa bulan ini, produk kami mengalami beberapa perubahan estimasi harga.Berikut info harga terbaru dari E-chaos  
1. Kaos + Celana Olahraga dengan bahan TC 28   Rp 57.000/pasang.
    Bahan PE   lebih murah.
2. Kaos Olahraga saja dengan bahan katun             Rp 37.000.
    Bahan TC Lebih Murah.
    Training                                                              Rp. 45.000.
3. Kaos Basket 
    KW 3 (Standar)                                                 Rp. 70.000
    KW 2                                                                Rp. 86.000
 4.  Training Olahraga  model jaket tebal dengan bahan 
       adidas, Lotto, Diadora                                     Rp. 80.000       
 5.  Training Olahraga  parasi   dengan bahan 
       adidas, Lotto, Diadora                                     Rp. 50.000

Harga di atas sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Hormat Kami
E-Chaos

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Selasa, 02 Agustus 2011

EFA is a commitment made by the countries, including Indonesia, to meet education for all.


At Dakar, the delegates reiterated thier commitment to six EFA goals: early childhood care and education, providing free and compulsory primary education for all, promoting learning skills for the young and adults, increasing adult literacy by 50 percent, achieving gender parity and improving the quality of education.

They also agreed on a deadline to achieve all six goals by 2015.

Better education would not only improve standards of living, but could also save lives. “If you are a mother, you can treat your child better if you can read and write,” Leotes said.

Studies show that educated girls and women make better health-related decisions, including on antenatal care. Each additional year of a mother’s schooling reduces infant mortality rates by 5 percent to 10 percent. Children with educated mothers may be better immunized and get better nutrition.

Unfortunately, Leotes said, with four years to go to 2015, the world was still not on track in achieving its EFA goals.

“About 67 million children are still out of school, while dropout rates are still a major problem,” she said, adding that many schoolchildren were learning far too little
 
 Di ambil dari
www.thejakartapost.com
 
 
 


At Dakar, the delegates reiterated thier commitment to six EFA goals: early childhood care and education, providing free and compulsory primary education for all, promoting learning skills for the young and adults, increasing adult literacy by 50 percent, achieving gender parity and improving the quality of education.

They also agreed on a deadline to achieve all six goals by 2015.

Better education would not only improve standards of living, but could also save lives. “If you are a mother, you can treat your child better if you can read and write,” Leotes said.

Studies show that educated girls and women make better health-related decisions, including on antenatal care. Each additional year of a mother’s schooling reduces infant mortality rates by 5 percent to 10 percent. Children with educated mothers may be better immunized and get better nutrition.

Unfortunately, Leotes said, with four years to go to 2015, the world was still not on track in achieving its EFA goals.

“About 67 million children are still out of school, while dropout rates are still a major problem,” she said, adding that many schoolchildren were learning far too little
 
 Di ambil dari
www.thejakartapost.com
 
 
 

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Rabu, 13 Juli 2011

PTK kepentingan Guru atau Untuk Siswa ?

Baru-baru ini pemerintah yang diwakili oleh  Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan peraturan  mengenai Prosedur  Operasi Standar Ujian Negara (POS UN) nomor 0148/SK-POS/BSNP/2011 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Januari 2011. Kepastian formulasi UN ditegaskan setelah Kemendiknas dan Komisi X DPR RI  bersepakat tidak akan memveto  kelulusan dari hasil UN, dan menyetujui  konsep persentase nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.
      Berdasarkan Permendiknas No. 45 Tahun 2010 terdapat empat kriteria kelulusan peserta didik yaitu : 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; dalam arti memiliki rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 6 (enam). 2).Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: (a) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (c) kelompok mata pelajaran estetika, dan (d) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; 3). Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4). Lulus Ujian Nasional.
      Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, seberapa tepatkah pemerintah menerapkan formula kelulusan siswa dengan menggabungkan 40% nilai ujian sekolah (diambil dari rata-rata raport semester 1,2,3,4, 5 untuk SMP/Sederajat  serta rata-rata raport 3,4,5 untuk sekolah SMA/Sederajat)) dan 60%  Ujian Nasional? Mensikapi kebijakan pemerintah terhadap formulasi kelulusan UN 2011, ada tiga hal  yang mungkin dapat kita kritisi untuk dijadikan bahan  pemikiran bersama: 
Pertama, konsep yang diajukan oleh pemerintah dilihat  dari teori evaluasi  sangatlah bertolak belakang. Karena evaluasi dalam konteks pendidikan memiliki makna usaha sistematis mengumpulan berbagai informasi  untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai dan arti terhadap berbagai aspek (kognitif, afektif, psikomotor dan infrastruktur) pendidikan itu sendiri. 
Coba kita telaah kembali,  suka tidak suka UN  yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat adalah domain akademis, sedangkan Ujian sekolah yang prosesnya dilalui kurang lebih tiga tahun, di dalamnya menyangkut banyak hal yang lebih menyeluruh, seperti sikap,  kebiasaan, moral, pekerti dan sebagainya. Oleh karenanya pemerintah semestinya memberikan nilai presentasi besar terhadap Ujian sekolah,  sesuai semangat KTSP yang memberikan porsi lebih besar terhadap sekolah, dalam menentukan penilaian hasil belajar bagi kelulusan siswa.
Kedua, jika kita mau merenung ke belakang mengenai UN,  permasalahan utama pelaksanaan UN adalah menemukan  konsep Ujian Nasional yang  relative tepat dalam menentukan kelulusan hasil belajar siswa. Kenyataanya, pemerintah  lebih concern  mengotak-atik formulasi UN  berdasarkan pada PP 19 tentang penentu kelulusan siswa, bukan berpedoman pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang lebih menilai hasil belajar siswa secara komprehensif, sehingga akan memunculkan  pertanyaan, benarkah pendidikan kita sesuai dengan standar nasional? jika ternyata belum artinya memang harus ada yang diperbaiki terlebih dahulu agar system  dapat memenuhi  Standar Pendidikan Nasional.
Ketiga,   jika tahun mendatang presentasi Ujian Nasional tetap dipertahankan lebih besar dari Ujian sekolah yakni 60 : 40, berarti pemerintah tetap mengedepankan kemampuan  akademis menjadi segalanya, sehingga jangan heran jika UN hanya akan menjadi ajang  seleksi siswa yang pintar dan tidak pintar. Hal ini tentunya bertentangan dengan makna pembelajaran, yang sejatinya belajar merupakan proses  perubahan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan yang terjadi selama ini pemerintah cenderung mengedepankan aspek measurement (pengukuran) melalui hasil test  pada saat menentukan kelulusan akuntabilitas kompetensi siswa tanpa memperhatikan domain lainya.       Dengan demikian semuanya berpulang kepada kita, apakah  proses pembelajaran yang dianggap tepat adalah  penilaian dengan  mengedepankan domain akademis yang diisyaratkan dengan memberikan presentasi 60 UN, atau sebaliknya bahwa penilaian selain domain akademisi  jauh lebih penting !. Allohu alam.

Baru-baru ini pemerintah yang diwakili oleh  Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan peraturan  mengenai Prosedur  Operasi Standar Ujian Negara (POS UN) nomor 0148/SK-POS/BSNP/2011 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Januari 2011. Kepastian formulasi UN ditegaskan setelah Kemendiknas dan Komisi X DPR RI  bersepakat tidak akan memveto  kelulusan dari hasil UN, dan menyetujui  konsep persentase nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.
      Berdasarkan Permendiknas No. 45 Tahun 2010 terdapat empat kriteria kelulusan peserta didik yaitu : 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; dalam arti memiliki rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 6 (enam). 2).Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: (a) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (c) kelompok mata pelajaran estetika, dan (d) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; 3). Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4). Lulus Ujian Nasional.
      Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, seberapa tepatkah pemerintah menerapkan formula kelulusan siswa dengan menggabungkan 40% nilai ujian sekolah (diambil dari rata-rata raport semester 1,2,3,4, 5 untuk SMP/Sederajat  serta rata-rata raport 3,4,5 untuk sekolah SMA/Sederajat)) dan 60%  Ujian Nasional? Mensikapi kebijakan pemerintah terhadap formulasi kelulusan UN 2011, ada tiga hal  yang mungkin dapat kita kritisi untuk dijadikan bahan  pemikiran bersama: 
Pertama, konsep yang diajukan oleh pemerintah dilihat  dari teori evaluasi  sangatlah bertolak belakang. Karena evaluasi dalam konteks pendidikan memiliki makna usaha sistematis mengumpulan berbagai informasi  untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai dan arti terhadap berbagai aspek (kognitif, afektif, psikomotor dan infrastruktur) pendidikan itu sendiri. 
Coba kita telaah kembali,  suka tidak suka UN  yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat adalah domain akademis, sedangkan Ujian sekolah yang prosesnya dilalui kurang lebih tiga tahun, di dalamnya menyangkut banyak hal yang lebih menyeluruh, seperti sikap,  kebiasaan, moral, pekerti dan sebagainya. Oleh karenanya pemerintah semestinya memberikan nilai presentasi besar terhadap Ujian sekolah,  sesuai semangat KTSP yang memberikan porsi lebih besar terhadap sekolah, dalam menentukan penilaian hasil belajar bagi kelulusan siswa.
Kedua, jika kita mau merenung ke belakang mengenai UN,  permasalahan utama pelaksanaan UN adalah menemukan  konsep Ujian Nasional yang  relative tepat dalam menentukan kelulusan hasil belajar siswa. Kenyataanya, pemerintah  lebih concern  mengotak-atik formulasi UN  berdasarkan pada PP 19 tentang penentu kelulusan siswa, bukan berpedoman pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang lebih menilai hasil belajar siswa secara komprehensif, sehingga akan memunculkan  pertanyaan, benarkah pendidikan kita sesuai dengan standar nasional? jika ternyata belum artinya memang harus ada yang diperbaiki terlebih dahulu agar system  dapat memenuhi  Standar Pendidikan Nasional.
Ketiga,   jika tahun mendatang presentasi Ujian Nasional tetap dipertahankan lebih besar dari Ujian sekolah yakni 60 : 40, berarti pemerintah tetap mengedepankan kemampuan  akademis menjadi segalanya, sehingga jangan heran jika UN hanya akan menjadi ajang  seleksi siswa yang pintar dan tidak pintar. Hal ini tentunya bertentangan dengan makna pembelajaran, yang sejatinya belajar merupakan proses  perubahan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan yang terjadi selama ini pemerintah cenderung mengedepankan aspek measurement (pengukuran) melalui hasil test  pada saat menentukan kelulusan akuntabilitas kompetensi siswa tanpa memperhatikan domain lainya.       Dengan demikian semuanya berpulang kepada kita, apakah  proses pembelajaran yang dianggap tepat adalah  penilaian dengan  mengedepankan domain akademis yang diisyaratkan dengan memberikan presentasi 60 UN, atau sebaliknya bahwa penilaian selain domain akademisi  jauh lebih penting !. Allohu alam.

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

PTK kepentingan Guru atau Untuk Siswa ?

      Baru-baru ini pemerintah yang diwakili oleh  Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan peraturan  mengenai Prosedur  Operasi Standar Ujian Negara (POS UN) nomor 0148/SK-POS/BSNP/2011 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Januari 2011. Kepastian formulasi UN ditegaskan setelah Kemendiknas dan Komisi X DPR RI  bersepakat tidak akan memveto  kelulusan dari hasil UN, dan menyetujui  konsep persentase nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.

      Berdasarkan Permendiknas No. 45 Tahun 2010 terdapat empat kriteria kelulusan peserta didik yaitu : 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; dalam arti memiliki rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 6 (enam). 2).Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: (a) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (c) kelompok mata pelajaran estetika, dan (d) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; 3). Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4). Lulus Ujian Nasional.

      Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, seberapa tepatkah pemerintah menerapkan formula kelulusan siswa dengan menggabungkan 40% nilai ujian sekolah (diambil dari rata-rata raport semester 1,2,3,4, 5 untuk SMP/Sederajat  serta rata-rata raport 3,4,5 untuk sekolah SMA/Sederajat)) dan 60%  Ujian Nasional?
Mensikapi kebijakan pemerintah terhadap formulasi kelulusan UN 2011, ada tiga hal  yang mungkin dapat kita kritisi untuk dijadikan bahan  pemikiran bersama:

Pertama, konsep yang diajukan oleh pemerintah dilihat  dari teori evaluasi  sangatlah bertolak belakang. Karena evaluasi dalam konteks pendidikan memiliki makna usaha sistematis mengumpulan berbagai informasi  untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai dan arti terhadap berbagai aspek (kognitif, afektif, psikomotor dan infrastruktur) pendidikan itu sendiri.

Coba kita telaah kembali,  suka tidak suka UN  yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat adalah domain akademis, sedangkan Ujian sekolah yang prosesnya dilalui kurang lebih tiga tahun, di dalamnya menyangkut banyak hal yang lebih menyeluruh, seperti sikap,  kebiasaan, moral, pekerti dan sebagainya. Oleh karenanya pemerintah semestinya memberikan nilai presentasi besar terhadap Ujian sekolah,  sesuai semangat KTSP yang memberikan porsi lebih besar terhadap sekolah, dalam menentukan penilaian hasil belajar bagi kelulusan siswa.

Kedua, jika kita mau merenung ke belakang mengenai UN,  permasalahan utama pelaksanaan UN adalah menemukan  konsep Ujian Nasional yang  relative tepat dalam menentukan kelulusan hasil belajar siswa. Kenyataanya, pemerintah  lebih concern  mengotak-atik formulasi UN  berdasarkan pada PP 19 tentang penentu kelulusan siswa, bukan berpedoman pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang lebih menilai hasil belajar siswa secara komprehensif, sehingga akan memunculkan  pertanyaan, benarkah pendidikan kita sesuai dengan standar nasional? jika ternyata belum artinya memang harus ada yang diperbaiki terlebih dahulu agar system  dapat memenuhi  Standar Pendidikan Nasional.

Ketiga,   jika tahun mendatang presentasi Ujian Nasional tetap dipertahankan lebih besar dari Ujian sekolah yakni 60 : 40, berarti pemerintah tetap mengedepankan kemampuan  akademis menjadi segalanya, sehingga jangan heran jika UN hanya akan menjadi ajang  seleksi siswa yang pintar dan tidak pintar. Hal ini tentunya bertentangan dengan makna pembelajaran, yang sejatinya belajar merupakan proses  perubahan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan yang terjadi selama ini pemerintah cenderung mengedepankan aspek measurement (pengukuran) melalui hasil test  pada saat menentukan kelulusan akuntabilitas kompetensi siswa tanpa memperhatikan domain lainya.
      Dengan demikian semuanya berpulang kepada kita, apakah  proses pembelajaran yang dianggap tepat adalah  penilaian dengan  mengedepankan domain akademis yang diisyaratkan dengan memberikan presentasi 60 UN, atau sebaliknya bahwa penilaian selain domain akademisi  jauh lebih penting !. Allohu alam.





      Baru-baru ini pemerintah yang diwakili oleh  Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan peraturan  mengenai Prosedur  Operasi Standar Ujian Negara (POS UN) nomor 0148/SK-POS/BSNP/2011 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Januari 2011. Kepastian formulasi UN ditegaskan setelah Kemendiknas dan Komisi X DPR RI  bersepakat tidak akan memveto  kelulusan dari hasil UN, dan menyetujui  konsep persentase nilai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.

      Berdasarkan Permendiknas No. 45 Tahun 2010 terdapat empat kriteria kelulusan peserta didik yaitu : 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; dalam arti memiliki rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 6 (enam). 2).Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: (a) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (c) kelompok mata pelajaran estetika, dan (d) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; 3). Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4). Lulus Ujian Nasional.

      Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, seberapa tepatkah pemerintah menerapkan formula kelulusan siswa dengan menggabungkan 40% nilai ujian sekolah (diambil dari rata-rata raport semester 1,2,3,4, 5 untuk SMP/Sederajat  serta rata-rata raport 3,4,5 untuk sekolah SMA/Sederajat)) dan 60%  Ujian Nasional?
Mensikapi kebijakan pemerintah terhadap formulasi kelulusan UN 2011, ada tiga hal  yang mungkin dapat kita kritisi untuk dijadikan bahan  pemikiran bersama:

Pertama, konsep yang diajukan oleh pemerintah dilihat  dari teori evaluasi  sangatlah bertolak belakang. Karena evaluasi dalam konteks pendidikan memiliki makna usaha sistematis mengumpulan berbagai informasi  untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai dan arti terhadap berbagai aspek (kognitif, afektif, psikomotor dan infrastruktur) pendidikan itu sendiri.

Coba kita telaah kembali,  suka tidak suka UN  yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat adalah domain akademis, sedangkan Ujian sekolah yang prosesnya dilalui kurang lebih tiga tahun, di dalamnya menyangkut banyak hal yang lebih menyeluruh, seperti sikap,  kebiasaan, moral, pekerti dan sebagainya. Oleh karenanya pemerintah semestinya memberikan nilai presentasi besar terhadap Ujian sekolah,  sesuai semangat KTSP yang memberikan porsi lebih besar terhadap sekolah, dalam menentukan penilaian hasil belajar bagi kelulusan siswa.

Kedua, jika kita mau merenung ke belakang mengenai UN,  permasalahan utama pelaksanaan UN adalah menemukan  konsep Ujian Nasional yang  relative tepat dalam menentukan kelulusan hasil belajar siswa. Kenyataanya, pemerintah  lebih concern  mengotak-atik formulasi UN  berdasarkan pada PP 19 tentang penentu kelulusan siswa, bukan berpedoman pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang lebih menilai hasil belajar siswa secara komprehensif, sehingga akan memunculkan  pertanyaan, benarkah pendidikan kita sesuai dengan standar nasional? jika ternyata belum artinya memang harus ada yang diperbaiki terlebih dahulu agar system  dapat memenuhi  Standar Pendidikan Nasional.

Ketiga,   jika tahun mendatang presentasi Ujian Nasional tetap dipertahankan lebih besar dari Ujian sekolah yakni 60 : 40, berarti pemerintah tetap mengedepankan kemampuan  akademis menjadi segalanya, sehingga jangan heran jika UN hanya akan menjadi ajang  seleksi siswa yang pintar dan tidak pintar. Hal ini tentunya bertentangan dengan makna pembelajaran, yang sejatinya belajar merupakan proses  perubahan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan yang terjadi selama ini pemerintah cenderung mengedepankan aspek measurement (pengukuran) melalui hasil test  pada saat menentukan kelulusan akuntabilitas kompetensi siswa tanpa memperhatikan domain lainya.
      Dengan demikian semuanya berpulang kepada kita, apakah  proses pembelajaran yang dianggap tepat adalah  penilaian dengan  mengedepankan domain akademis yang diisyaratkan dengan memberikan presentasi 60 UN, atau sebaliknya bahwa penilaian selain domain akademisi  jauh lebih penting !. Allohu alam.





Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Kamis, 28 April 2011

KOMPETENSI FUTSAL SMP BINA DHARMA


                 SMP BINA DHARMA 2  PRESENT 
                   KEJUARAAN FUTSAL III 2011
                  Tingkat  SD se Bandung Raya




TEMA
“Ajang Prestasi Bintang Muda”

LATAR BELAKANG
Siapa yang tidak mengenal sepakbola. Ya, sepakbola merupakan  salah satu cabang olahraga terpopuler di  jagad ini yang disenangi dan digemari dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Permainan Sepakbola selain dapat menjaga kebugaran badan, juga banyak memberikan manfaat positif diantaranya,  menumbuhkan jiwa sportifitas, melatih bakat dan keterampilan, dan mengembangkan  kepribadian sosial. 

Dewasa ini sepak bola telah mengalami explorasi permainan dengan peraturan yang telah di tetapkan dan banyak diminati beragam kalangan. Jenis explorasi ini salah satunya adalah Futsal.

Futsal semakin hari semakin banyak diminati terutama oleh generasi muda. Hal ini memberikan peluang bagi pecinta futsal untuk melakukan pembinaan, dan mengembangkan potensi bakat serta ketrampilan yang terpendam dari setiap individu yang notabene sebagai generasi bintan muda.

Pembinaan ini pun tidak serta merta muncul dengan sendirinya tetapi perlu adanya upaya dari kita  untuk menstimulasi kecintaan generasi muda terhadap olahraga ini, salah satu dengan menerapkan pembinaan usia dini secara continue.  

Satuan Pendidikan atau sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan potensi anak  dalam bidang olahraga futsal. 

Beberapa  diantaranya sebagai upaya sekolah membina dan mengembangkan potensi anak dalam futsal pertama, memfasilitasi  mereka dengan infrastruktur yang memadai. Kedua, menyediakan Sumber Daya Manusia yang kompeten sebagai pendamping. Ketiga, mengikut sertakan siswa dalam ajang kejuaraan untuk mengukur kemampuan mereka dan Keempat, mengadakan kompetensi Futsal antar satuan pendidikan.

Dari pembinaan sejak dini inilah diharapkan  dikemudian hari akan muncul atlet-atlet yang profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan latar belakang di atas, SMP Bina Dharma 2 Bandung  menyelenggarakan kegiatan Kompetisi Futsal 2011 dengan tema “Ajang Prestasi Bintang Muda”. 

MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam menyalurkan bakat  dan minat serta mengembangkan  keterampilan dalam bidang olahraga sepak bola khususnya futsal.

Adapun tujuannya adalah:
1. Ajang meningkatkan prestasi siswa dalam bidang futsal.
2. Menyalurkan bakat dan minat siswa terhadap futsal.
3. Mempopulerkan olahraga futsal di masyarakat.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Hari       : Senin – Rabu
Tanggal : 30 Mei – 1 Juni 2010.
Tempat  : Sekolah SMP Bina Dharma 2,  Jl babakan Sari No 131  Bandung.
 
SASARAN

Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD (mulai kelas 3-5) se-Bandung Raya pada tahun ajaran 2010-2011, yang diikuti oleh tim dari masing – masing delegasi Sekolah Dasar.

PESERTA LOMBA

Peserta lomba kegiatan futsal 2011 terdiri dari siswa SD se-Bandung raya, yang diwakili oleh tim dari masing-masing sekolah. Setiap Satuan Pendidikan diperbolehkan mengirimkan delegasi lebih dari satu tim.
Kategori lomba adalah Champion dimana tim futsal yang diwakili oleh Satua sSatuan Pendidikan SD, mulai dari kelas 3 s/d 5. Batasan usia pada kategori Champion adalah 8 s/d 12

PEMENANG LOMBA
Kompetisi futsal 2011 ini akan mengambil pemenang pada setiap kategori yang diperlombakan sebagai juara 1, juara 2, dan juara 3. Juara 1 akan mendapatkan piala bergilir SMP Bina Dharma 2  Bandung
Selain itu, akan diperebutkan gelar juara perseorangan/individu pada kategori :

1. Top Scorer Kompetisi FUTSAL Bina Dharma 2 tahun 2011.
2. Goal Shoot  Kompetisi FUTSAL Bina Dharma 2 tahun 2011.
3. Dribbling Contest Kompetisi FUTSAL Bina Dharma 2 tahun 2011.

Alamat Sekretariat:
SMP Bina Dharma 2
Jl. Babakan Sari No 131 Bandung. (0227272862)


INFORMASI PENDAFTARAN
Contact Person:
Adjat D, S.Pd                      (085860779679)
Mamat Rochmat,  S.Pd        (085220759544)
Eko Budi P                          (081320156002)
Urip Suratman, S.Pd            (081320157476)                                INGIN PAMFLET FUTSAL 
                                                                                                       KLIK DI PUNYA EKO
 
Pamplet dan Proposal                                                             KLIK PROPOSAL
Pamflet dapat Anda  klik di punya Eko
Proposal klik di eko

Waktu Pendaftaran:
Pendaftaran lomba di sekretariat panitia dapat dilakukan pada:
Hari Senin-Jumat  :  08.00 – 15.00
Hari Sabtu            :  08.00 – 10.00

Web Blog:
 www.gurukayailmu.blogspot.com atau   www.futsalsmpbd2.blogspot.com

Email:
ekob1prasetio@gmail.com





created by Eko Budi P


                 SMP BINA DHARMA 2  PRESENT 
                   KEJUARAAN FUTSAL III 2011
                  Tingkat  SD se Bandung Raya




TEMA
“Ajang Prestasi Bintang Muda”

LATAR BELAKANG
Siapa yang tidak mengenal sepakbola. Ya, sepakbola merupakan  salah satu cabang olahraga terpopuler di  jagad ini yang disenangi dan digemari dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Permainan Sepakbola selain dapat menjaga kebugaran badan, juga banyak memberikan manfaat positif diantaranya,  menumbuhkan jiwa sportifitas, melatih bakat dan keterampilan, dan mengembangkan  kepribadian sosial. 

Dewasa ini sepak bola telah mengalami explorasi permainan dengan peraturan yang telah di tetapkan dan banyak diminati beragam kalangan. Jenis explorasi ini salah satunya adalah Futsal.

Futsal semakin hari semakin banyak diminati terutama oleh generasi muda. Hal ini memberikan peluang bagi pecinta futsal untuk melakukan pembinaan, dan mengembangkan potensi bakat serta ketrampilan yang terpendam dari setiap individu yang notabene sebagai generasi bintan muda.

Pembinaan ini pun tidak serta merta muncul dengan sendirinya tetapi perlu adanya upaya dari kita  untuk menstimulasi kecintaan generasi muda terhadap olahraga ini, salah satu dengan menerapkan pembinaan usia dini secara continue.  

Satuan Pendidikan atau sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan potensi anak  dalam bidang olahraga futsal. 

Beberapa  diantaranya sebagai upaya sekolah membina dan mengembangkan potensi anak dalam futsal pertama, memfasilitasi  mereka dengan infrastruktur yang memadai. Kedua, menyediakan Sumber Daya Manusia yang kompeten sebagai pendamping. Ketiga, mengikut sertakan siswa dalam ajang kejuaraan untuk mengukur kemampuan mereka dan Keempat, mengadakan kompetensi Futsal antar satuan pendidikan.

Dari pembinaan sejak dini inilah diharapkan  dikemudian hari akan muncul atlet-atlet yang profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan latar belakang di atas, SMP Bina Dharma 2 Bandung  menyelenggarakan kegiatan Kompetisi Futsal 2011 dengan tema “Ajang Prestasi Bintang Muda”. 

MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam menyalurkan bakat  dan minat serta mengembangkan  keterampilan dalam bidang olahraga sepak bola khususnya futsal.

Adapun tujuannya adalah:
1. Ajang meningkatkan prestasi siswa dalam bidang futsal.
2. Menyalurkan bakat dan minat siswa terhadap futsal.
3. Mempopulerkan olahraga futsal di masyarakat.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Hari       : Senin – Rabu
Tanggal : 30 Mei – 1 Juni 2010.
Tempat  : Sekolah SMP Bina Dharma 2,  Jl babakan Sari No 131  Bandung.
 
SASARAN

Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD (mulai kelas 3-5) se-Bandung Raya pada tahun ajaran 2010-2011, yang diikuti oleh tim dari masing – masing delegasi Sekolah Dasar.

PESERTA LOMBA

Peserta lomba kegiatan futsal 2011 terdiri dari siswa SD se-Bandung raya, yang diwakili oleh tim dari masing-masing sekolah. Setiap Satuan Pendidikan diperbolehkan mengirimkan delegasi lebih dari satu tim.
Kategori lomba adalah Champion dimana tim futsal yang diwakili oleh Satua sSatuan Pendidikan SD, mulai dari kelas 3 s/d 5. Batasan usia pada kategori Champion adalah 8 s/d 12

PEMENANG LOMBA
Kompetisi futsal 2011 ini akan mengambil pemenang pada setiap kategori yang diperlombakan sebagai juara 1, juara 2, dan juara 3. Juara 1 akan mendapatkan piala bergilir SMP Bina Dharma 2  Bandung
Selain itu, akan diperebutkan gelar juara perseorangan/individu pada kategori :

1. Top Scorer Kompetisi FUTSAL Bina Dharma 2 tahun 2011.
2. Goal Shoot  Kompetisi FUTSAL Bina Dharma 2 tahun 2011.
3. Dribbling Contest Kompetisi FUTSAL Bina Dharma 2 tahun 2011.

Alamat Sekretariat:
SMP Bina Dharma 2
Jl. Babakan Sari No 131 Bandung. (0227272862)


INFORMASI PENDAFTARAN
Contact Person:
Adjat D, S.Pd                      (085860779679)
Mamat Rochmat,  S.Pd        (085220759544)
Eko Budi P                          (081320156002)
Urip Suratman, S.Pd            (081320157476)                                INGIN PAMFLET FUTSAL 
                                                                                                       KLIK DI PUNYA EKO
 
Pamplet dan Proposal                                                             KLIK PROPOSAL
Pamflet dapat Anda  klik di punya Eko
Proposal klik di eko

Waktu Pendaftaran:
Pendaftaran lomba di sekretariat panitia dapat dilakukan pada:
Hari Senin-Jumat  :  08.00 – 15.00
Hari Sabtu            :  08.00 – 10.00

Web Blog:
 www.gurukayailmu.blogspot.com atau   www.futsalsmpbd2.blogspot.com

Email:
ekob1prasetio@gmail.com





created by Eko Budi P

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Kamis, 14 April 2011

NILAI IPA SEMENTARA SEMESTER 2 SMK KENCANA BANDUNG

BAGI ANDA YANG INGIN MELIHAT NILAI IPA, SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

BAGI ANDA YANG INGIN MELIHAT NILAI IPA, SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Selasa, 29 Maret 2011

TUGAS REMEDIAL TIK

Anda tinggal membuat program penilaian menggunakan aplikasi excell sederhana

 PILIH  SATU DI ANTARA 4 FORMAT  PENILAIAN YANG TERSEDIA UNTUK DIKERJAKAN




               DOWNLOAD DISINI ATAU  KLIK DISINI

Anda tinggal membuat program penilaian menggunakan aplikasi excell sederhana

 PILIH  SATU DI ANTARA 4 FORMAT  PENILAIAN YANG TERSEDIA UNTUK DIKERJAKAN




               DOWNLOAD DISINI ATAU  KLIK DISINI

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Kamis, 24 Maret 2011

Kisi-kisi IPA SMK Kencana smt 2 2010/2011

Yang harus kalian pelajari
1.        Hapalkan  perbedaan virus dan bakteri, bakteri  yang menguntungkan dan merugikan manusia, lapisan yang membentuk struktur bumi , tektonisme dan vulkanisme, pengikisan, pelapukan, revolusi matahari dan rotasi bumi.
2.        Pahami  mengapa terjadi siang dan malam,  perubahan 15 derajat  sama dengan 1 jam,  mengapa dalam setahun kita mengalami beerapa   musim, penyakit  yang sering disebabkan virus, mengapa  tsunami terjadi, dampak dari tektonik dan vulkanik beserta contohnya.

Yang harus kalian pelajari
1.        Hapalkan  perbedaan virus dan bakteri, bakteri  yang menguntungkan dan merugikan manusia, lapisan yang membentuk struktur bumi , tektonisme dan vulkanisme, pengikisan, pelapukan, revolusi matahari dan rotasi bumi.
2.        Pahami  mengapa terjadi siang dan malam,  perubahan 15 derajat  sama dengan 1 jam,  mengapa dalam setahun kita mengalami beerapa   musim, penyakit  yang sering disebabkan virus, mengapa  tsunami terjadi, dampak dari tektonik dan vulkanik beserta contohnya.

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Sabtu, 19 Maret 2011

TUGAS TIK KELAS IX SMP BINA DHARMA 2 BANDUNG


Silahkan masuk ke blog masing-masing dengan cara login di www.blogger.com
lalu masukkan email dan password anda.
Selanjutnya ikuti langkahnya sebagai berikut :

1. Setelah Login ke blog anda, cari menu Rancangan
2. Pilih menu rancangan
3. Pilih menu Elemen Laman /page element
4. Pilih  menu tambah gadget /add gadget
5. Pilih Menu HTML/java script
6.Dalam menu Konfigurasi HTML beri :
    * Judul   Guru Kaya Ilmu
    * Isi  konten dengan kode HTML
   download di sini

7. Pilih menu simpan atau save
8. Pilih menu lihat blog
9. Lihat pada blog anda muncul link guru kaya ilmu atau tidak.

Jika pada blog muncul link guru kaya ilmu, kemudian anda klik maka akan membawa anda pada alamat http://gurukayailmu.blogspot.com anda berhasil. Jika tidak berarti anda belum berhasil.

Bagi yang telah berhasil segera sms ke 081320156002 untuk menginformasikan keberhasilan anda,  yang berarti  anda akan mendapatkan nilai minimal 80 ditangan !!!


Selamat Mengerjakan


Eko Budi Prasetio


Silahkan masuk ke blog masing-masing dengan cara login di www.blogger.com
lalu masukkan email dan password anda.
Selanjutnya ikuti langkahnya sebagai berikut :

1. Setelah Login ke blog anda, cari menu Rancangan
2. Pilih menu rancangan
3. Pilih menu Elemen Laman /page element
4. Pilih  menu tambah gadget /add gadget
5. Pilih Menu HTML/java script
6.Dalam menu Konfigurasi HTML beri :
    * Judul   Guru Kaya Ilmu
    * Isi  konten dengan kode HTML
   download di sini

7. Pilih menu simpan atau save
8. Pilih menu lihat blog
9. Lihat pada blog anda muncul link guru kaya ilmu atau tidak.

Jika pada blog muncul link guru kaya ilmu, kemudian anda klik maka akan membawa anda pada alamat http://gurukayailmu.blogspot.com anda berhasil. Jika tidak berarti anda belum berhasil.

Bagi yang telah berhasil segera sms ke 081320156002 untuk menginformasikan keberhasilan anda,  yang berarti  anda akan mendapatkan nilai minimal 80 ditangan !!!


Selamat Mengerjakan


Eko Budi Prasetio

Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....

Minggu, 23 Januari 2011

Praktik IPA Membuktikan Hukum Newton III

Saat belajar tentang gaya,  maka yang terbesit pastilah seseorang  bernama  Newton. Ya Newton inilah orang yang sangat concern meneliti tentang gaya.  Newton mengemukakan bahwa gaya sendiri terbagi menjadi tiga bentuk  yang kemudian dikenal dengan Hukum Newton. Jika biasanya kita mencontohkan Aksi dan Rekasi dengan orang yang tengah melakukan tarik tambang, kali ini kita akan  membuktikan hukum newton III  dengan menggunakan alat yang sangat sederhana.  Ingin tahu cara membuatnya, lihat penjelasanya di bawah ini :
Alat  dan bahan yang digunakan:
1. Tali rapiah atau  kasur tidak lebih dari 60 cm.
2. Botol mineral 500 ml.
3. Plastisin + Paku
4. Sedotan   yang dapat dibengkokkan.

Langkah Kerja :
1. Potong 1/4 bagian kepala botol mineral.
2. Buat dua buah lubang kecil  pada bagian kanan dan kiri sisi botol, kemudian ikat dengan  rapiah   antar kedua sisinya.
3. Buat 4 buah lubang seukuran diameter sedotan pada tiap sisi yagn berdekatan dengan dasar botol.
4. Potong sedotan bengkok 2-3 cm kemudian masukan pada ke 4 lubang
5. Tutup celah kecil yang terdapat padat pada lubang  dan sedotan dengan plastisin agar air yang nantinya  dimasukan tidak keluar dari celah.
6. Pegang tali rapiah sehingga botol dalam keadaan menggantung, dan masukan air ke dalam botol,   air keluar dari lubang yang telah di pasang sedotan.

Hasil kegiatan :
Pada saat air dimasukan dalam botol dan  keluar melalui lubang sedotan, maka botol akan berputar. Saat air dalam botol habis, perputaran botol secara perlahan akan berhenti.





Kesimpulanya :
Kira-kira apa...coba kita teliti bersama apakah pada kegiatan tersebut ada Aksi dan Reaksi ?. Jika ada dimana Aksinya dan kapan reaksinya! ...He...he...di telaah sendiri yaaah ?

www.gurukayailmu.blogspot.com


Saat belajar tentang gaya,  maka yang terbesit pastilah seseorang  bernama  Newton. Ya Newton inilah orang yang sangat concern meneliti tentang gaya.  Newton mengemukakan bahwa gaya sendiri terbagi menjadi tiga bentuk  yang kemudian dikenal dengan Hukum Newton. Jika biasanya kita mencontohkan Aksi dan Rekasi dengan orang yang tengah melakukan tarik tambang, kali ini kita akan  membuktikan hukum newton III  dengan menggunakan alat yang sangat sederhana.  Ingin tahu cara membuatnya, lihat penjelasanya di bawah ini :
Alat  dan bahan yang digunakan:
1. Tali rapiah atau  kasur tidak lebih dari 60 cm.
2. Botol mineral 500 ml.
3. Plastisin + Paku
4. Sedotan   yang dapat dibengkokkan.

Langkah Kerja :
1. Potong 1/4 bagian kepala botol mineral.
2. Buat dua buah lubang kecil  pada bagian kanan dan kiri sisi botol, kemudian ikat dengan  rapiah   antar kedua sisinya.
3. Buat 4 buah lubang seukuran diameter sedotan pada tiap sisi yagn berdekatan dengan dasar botol.
4. Potong sedotan bengkok 2-3 cm kemudian masukan pada ke 4 lubang
5. Tutup celah kecil yang terdapat padat pada lubang  dan sedotan dengan plastisin agar air yang nantinya  dimasukan tidak keluar dari celah.
6. Pegang tali rapiah sehingga botol dalam keadaan menggantung, dan masukan air ke dalam botol,   air keluar dari lubang yang telah di pasang sedotan.

Hasil kegiatan :
Pada saat air dimasukan dalam botol dan  keluar melalui lubang sedotan, maka botol akan berputar. Saat air dalam botol habis, perputaran botol secara perlahan akan berhenti.





Kesimpulanya :
Kira-kira apa...coba kita teliti bersama apakah pada kegiatan tersebut ada Aksi dan Reaksi ?. Jika ada dimana Aksinya dan kapan reaksinya! ...He...he...di telaah sendiri yaaah ?

www.gurukayailmu.blogspot.com


Baca selengkapnya...... klik disini Selengkapnya ....
 
Copyright 2009 GURU KAYA ILMU. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan